Membenci Ibnu Taimiyah

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

Tidak sedikit kaum muslimin yang alergi ketika mendengar nama Ibnu Taimiyah disebut. Setidaknya nama pemilik kunyah Abu Al-Abbas itu tergambar sebagai sosok yang bengis, suka mengkafirkan orang, mujassimah, selalu berburuk sangka kepada syi’ah, anti sufi, anti filsafat dan yang terakhir adalah ia sebagai rujukan utama kaum Wahabi yang sering membid’ahkan orang itu. Dikit-dikit bid’ah.

Itulah gambaran Ibnu Taimiyah dimata sebagian kaum muslimin. Saya kira ini adalah vonis yang terlalu terburu-buru dan penilaian dari orang-orang yang tidak suka terhadap beliau karena merasa pemikirannya telah di bredel habis-habisan. Seandainya berbicara jujur, tentu kita akan dapati bahwa beliau adalah diantara sosok ulama yang pernah terlahirkan ke dunia ini. Bagaimana tidak? Karya-karyanya sangat banyak jumlahnya, beliaupun ulama yang banyak memiliki karya dalam bidang aqidah, hadits, fiqih, tafsir bahkan politik. Sosoknya yang gigih dalam memegang kitabullah dan sunnah rosul-Nya membuat banyak orang-orang mencela, ketika didapati banyak pemikiran yang menyimpang tentang asma dan sifat Alloh, maka beliau menulis kitab Aqidah Wasithiyah. Kitab ini membahas keyakinan para ulama salaf dari generasi Sahabat hingga para imam Ahlussunnah tentang Asma dan sifat allah ta’ala dengan disertai dalil-dalil yang kuat. Jika anda masih lebih percaya terhadap cerita ibnu Batuthah tentang keyakinan tasybih dan tajsim Ibnu taimiyah maka saya menyarankan agar anda membaca buku “Aqidah Wasithiyah” ini, maka akan diketahui siapa yang berbicara dusta dan siapa yang benar perkataannya. Read the rest of this entry »





Mertua dan Menantu Idaman

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

1. Ia adalah seorang laki-laki mulia, terkenal dengan kedermawanannya, kejujurannya pun tidak ada yang meragukan. Ketika orang-orang kafir Quraisy mengingkari kenabian Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, maka ia adalah seorang laki-laki pertama yang meyakininya. Beliau adalah Abu Bakar Ash shiddiq rodhiyallohu ‘anhu, ayahanda Aisyah rodhiyallohu ‘anha, yang kemudian menikahkannya dengan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam. Abu bakar Asshiddiq adalah mertua Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam, manusia terbaik sepanjang masa.

2. Orang ini memiliki keberanian yang luar biasa, ditakuti oleh orang-orang kafir Quraisy, sebelum memeluk Islam ia berniat untuk membunuh Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam. Hatinya bergetar tatkala mendengar lantunan ayat Al-Quran dan ia langsung masuk Islam. Ia di juluki Al-Faruq, sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil. Ia memiliki putri bernama Hafshoh rodhiyallohu ‘anha , yang kemudian dinikahkannya dengan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah Umar bin Khotthob, mertua Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam, manusia terbaik sepanjang masa. Read the rest of this entry »





Seminar Dunia Internasional “Menyoal Kondisi Umat Islam Syria ditengah Konflik yang Membara”

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

Suriah bergolak, pembantaian, pemerkosaan dan penyiksaan. Itulah sedikit berita yang kita dengar akhir-akhir ini. Apa yang terjadi di Suriah?.

Kita hanya mendengar dari berita tentang kondisi kaum muslimin disana. Berbagai macam segala bentuk penderitaan nampaknya ada pada rakyat Suriah saat ini. Tapi sayangnya kebanyakan media massa memberitakan dengan tidak adil, ada yang di tutup-tutupi.

Hari Rabu malam kamis, tanggal 4 April 2012, mahasiswa LIPIA yang tergabung dari KAMMI, FOSKI dan FORMALIS mengadakan seminar dunia internasional tentang keadaan kaum Muslimin di Suriah di aula masjid Al-Ikhlash Jatipadang Jakarta Selatan, dengan pembicara tunggal pria asal Suriah yang lama tinggal di Indonesia, Ustadz Muhammad Al-Khotib, Dosen bahasa Arab di LIPIA. Beliau berbicara dengan bahasa Arab yang fasih selama kurang lebih satu jam, di mulai pkl. 20.15 s/d 21.40 WIB. Acara dibuka oleh ketua panitia, akh Derismono. Read the rest of this entry »





Persia, Dulu dan Kini

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

Berbicara tentang kisruh Iran dengan Amerika seakan tidak ada habisnya, jika membaca berita di Koran-koran selalu mendapati berita terbaru tentang pertikaian tersebut. Setidaknya ada tiga sikap bagi orang yang mengikuti perkembangan tersebut.

Pertama: Mereka adalah orang yang tidak perduli terhadap kisruh tersebut, bisa jadi karena ketidak mengertiannya ataupun karena masa bodoh dengan semua yang ada. Orang-orang model semacam ini dinilai lebih baik dari golongan yang kedua dan yang ketiga, jika seandainya tidak berkomentar sok tau.

Kedua: mereka adalah orang yang benci dan takut terhadap ancaman-ancaman fiktif Iran kepada Amerika. Kebanyakan golongan ini adalah orang-orang kafir. Tentu karena Iran selalu menggembar-gemborkan Islam maka dampaknya adalah Islam dibenci secara keseluruhan, dipukul rata.

Ketiga: mereka adalah orang yang berbahagia dengan tindakan Iran kepada Amerika, dengan alasan bahwa Iran bisa mewakili Islam untuk menentang Amerika dan sekutunya. Dengan bangga dan pedenya orang-orang semacam ini selalu membela-bela Ahmadinejad dengan segala macam sanjungan dan pujian, dan berujung dengan membela pula ajaran resmi Iran, Syi’ah. Kebanyakan yang bersikap seperti ini adalah kaum muslimin. Iran telah berhasil. Berhasil meraih simpati kaum muslimin. Baru setengah langkah, maka tinggal setengah langkah lagi akan sukses. Read the rest of this entry »





Kemesraan Syi’ah dengan Islam Liberal

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

Belum ada data valid yang membuktikan kepastian kapan awal masuk faham Syi’ah ke tanah nusantara. Tapi yang jelas, secara kultur, negeri ini memang punya kemiripan dengan daerah-daerah yang menjadikan Syi’ah sebagai keyakinan mayoritasnya. Misalnya; peringatan-peringatan hari tertentu, budaya haul, maulid, dan lain-lain. Maka pantas saja beberapa tahun yang lalu ketika sebagian penganut Syi’ah di kota Cirebon merayakan hari karbala secara terang-terangan, ketika acara sedang berlangsung, ada sekelompok kaum muslimin Sunni yang menggrudug dan menuntut acara itu segera dibubarkan, sontak kyai yang saat ini memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia membela Syi’ah habis-habisan seraya berkata: “kenapa kita melarang dan membenci Syi’ah?, padahal Syi’ah itu secara kultural sama seperti kita, organisasi kita (pent.) itu adalah Syi’ah yang kultural”. Saya sengaja tidak menyebutkan nama kyai tersebut, karena anda semua sudah mengetahuinya.

Saya tidak mengerti apa motif dibalik perakataan kyai tersebut, tapi yang jelas akhir-akhir ini orang tersebut di banyak pernyataannya seolah-olah mendukung keyakinan Syi’ah, padahal dia kuliah dari S1 sampai S3 di Saudi, bahkan tesis doktoralnya membahas tentang menyimpangnya keyakinan Syi’ah. Jika anda bertanya kepada saya mengapa orang tersebut bisa berbalik arah 180 derajat dari apa yang dia pelajari dahulu ketika kuliah? Maka sebaik-baik jawaban adalah Allahu ta’ala a’lam. Tapi dari sini bisa diambil hikmah bahwa betapa pentingnya kita selalu memohon kepada Allah agar menetapkan hati ini kepada iman dan Islam. Ya Muqollibal Quluub tsabbit Qolby ‘alaa diinik. Read the rest of this entry »





Syi’ah dan Kejujuran

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

Islam mengajarkan kejujuran, ia merupakan satu buah bukti keimanan seseorang. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kejujuran berarti sifat keadaan jujur, ketulusan hati atau kelurusan hati. Lawan dari kejujuran adalah kedustaan, ia adalah sifat yang sangat tercela. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فإنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إلَى الفُجُوْرِ ، وَإنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ

“Waspadalah kalian terhadap dusta, karena ia akan membawa kepada dosa dan sesungguhnya dosa akan membawa kepada neraka” (HR. Bukhori dan muslim).

Dalam ilmu hadits, jika seseorang kesehariannya biasa berdusta maka tidak diterima haditsnya dan bahkan menjadi suatu hal yang biasa kalau membuka kitab rijalul hadits, para imam ahlul jarh watta’dil memberikan gelar alkaddzaab atau dajjaal kepada perowi yang dianggap tukang dusta. Ini menunjukkan kehati-hatiannya para ulama ahlul hadits dalam memilih hadits yang shohih. Sangat sulit memang mempercayai perkataan orang yang kesehariannya selalu berdusta, terlebih bagi yang menganggap dusta itu adalah sebagian dari keyakinannya dalam beragama, inilah yang disebut dengan taqiyah oleh orang yang mengikuti faham Syi’ah. Read the rest of this entry »





Ada Apa dengan Suriah?

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

Rakyat Suriah memberontak penguasa. Demikianlah kabar akhir-akhir ini yang marak diberitakan di media massa, baik cetak maupun elektronik. Mungkin tidak sedikit orang yang berburuk sangka kepada rakyat Suriah, namanya juga pemberontak, tentu niatannya adalah tidak baik.

Setelah mengikuti perkembangan berita dan informasi yang bersumber dari orang-orang yang tsiqot (terpercaya) maka barulah saya mengerti kenapa terjadi peristiwa berdarah di negeri lahirnya banyak para ulama tersebut. Informasi pertama didapatkan langsung dari dosen saya asal Suriah, ustadz Muhammad Al-Khotib, ketika beliau berkunjung ke kota Cirebon untuk mengisi seminar bahasa Arab. Informasi kedua dari seorang pria kelahiran Suriah, lama dan besar disana tetapi sekarang menjadi warga Negara Saudi Arabiya, tepatnya di kota Jeddah, namanya Syaikh Ghoyyats Abdul Baqi As-Syuraiqi, ketika menjadi narasumber di masjid Al-Islam Bekasi. Dan informasi ketiga dari muhadhoroh seorang ulama yang disiarkan langsung dari kota Madinah Saudi Arabiya oleh radio Rodja 756 AM Cileungsi.

Dari berbagai informasi yang didapatkan dari sumber tersebut bisa disimpulkan bahwa peristiwa berdarah di Suriah bukanlah sesuatu yang remeh, karena menyangkut aqidah dan keyakinan. Ribuan orang di bantai baik laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia maupun balita tanpa pandang bulu, pemerkosaan, penyiksaan dan berbagai tindak kekerasan yang lainnya. Akibat dari kejadian tersebut tentu rakyat Suriah membela diri dengan melakukan perlawanan semampunya. Read the rest of this entry »