Benarkah Ja’fariyah ada ?

10 04 2010

Ditulis oleh : Budi Marta Saudin

“Saya mengikuti madzhab fiqih imam Ja’far Asshodiq”, begitulah jawaban seorang laki-laki separuh baya kepadaku, setelah kutanya mengapa sholat dzuhur koq membaca qunut di roka’at terakhir?. Kejadian tersebut di tanah kelahiranku tercinta ( Cirebon ) sekitar tahun 2007, saat itu ada acara diskusi antara Prof. Dr. Jalaludin Rahmat ( Gembong Syi’ah Indonesia ) dengan Prof. Dr. Salim Bajri, kulihat saat itu “pengikut madzhab Imam Ja’far Asshodiq” berjumlah ratusan.

Adakah Fiqih madhzab Ja’fariyah ?

Diantara bentuk kekeliruan fatal yang menyebar luas di kalangan kaum Muslimin memberikan julukan Ja’fariyah kepada Syi’ah imamiyah berdasarkan klaim mereka mengikuti pemahaman fiqih madzhab imam Ja’far Asshodiq – Rohimahulloh-.

Para pembaca yang semoga di muliakan Allah Ta’ala, jika kita teliti dengan cermat, tidak ada satu karya pun dalam bidang fiqih dan hadits yang di tulis oleh Ja’far Asshodiq – Rohimahulloh-, hal tersebut tidak seperti imam madzhab yang empat atau yang lainnya, mereka meninggalkan karya ilmiyah dalam bidang fiqih dan hadits. Imam Abu Hanifah -Rohimahulloh- meninggalkan kitab Al Fiqh Al Akbar , Imam Malik menulis Almuwatho’, Imam Syafi’iy menulis kitab Arrisalah, Al Umm, Imam Ahmad menulis Musnad.

Adapun riwayat yang disandarkan kepada Ja’far Asshodiq -Rohimahulloh- adalah muncul beratus-ratus tahun setelah beliau meninggal dunia. Kitab furu’ alkafi karya Alkulaini adalah kitab fiqih Syi’ah Imamiyah yang di sandarkan kepada Ja’far Asshodiq. Alkulaini meninggal dunia pada tahun 329 H yaitu setelah 180 tahun meninggalnya Ja’far Asshodiq, kitab faqih man laa yahdhuruhu alfaqiih yg di tulis oleh Muhammad bin Ali bin Babawaih Alqummi yang meninggal tahun 381 H, yaitu setelah 230 tahun wafatnya Ja’far Asshodiq.

Jadi Fiqih ja’far Asshodiq manakah yang di ikuti Syi’ah??


Actions

Information

3 responses

10 04 2010
abahaisy

Diantara tuduhan penganut fiqh ja’fari terhadap ahlussunnah wal jamaáh adalah bahwa ahlussunnah selalu berbeda pendapat/berselisih pendapat dalam fiqh. Sedangkan mereka satu pendapat saja, yakni fiqh Ja’fari. Betulkah?
1. Memang imam 4 ahlussunnah kadang terjadi perbedaan pendapat, dan tidak sedikit mereka satu pendapat, terkadang 3 imam berpendapat sama, dsb.
2. Akan tetapi, dalam fiqh Ja’fari ada banyak sekali perbedaan pendapat (walaupun satu imam akan tetapi pendapat dalam fiqh mereka sangatlah banyak, bahkan satu dengan lainnya saling bertentangan, saling menyesatkan, saling mengkafirkan, dan bahkan saling bunuh gara-gara perbedaan pendapat tersebut).
Satu contoh:
Dalam hukum shalat jumát:
1. Imam ahlussunnah seluruhnya satu pendapat yaitu WAJIB BAGI LAKI-LAKI MUKALLAF.
2. Dalam fiqh Ja’fari ada lebih dari 4 pendapat: wajib áini, wajib mukhayyar, tidak wajib selama tidak ada imam, wajib kalau ada haajah dll

11 04 2010
sukmih thamrin

MEREKA KOK G’ PAKE LEBEL MEREKA SENDIRI. AYO TERUS BERJUANG PARA AHLUSUNNAH KATAKAN ISYHIDU BI ANNA MUSLIM

16 04 2010
al-Barayani

“Fiqh Ja’fariyah” hanyalah rekayasa para ulama Syi’ah la’natullahi ‘alaihim. pada dasarnya tidak ada. Akibatnya mereka selalu berselisih dalam memberikan hukum terhadap satu masalah yang sama. Bukan hanya satu atau dua pendapat saja, setiap ulama mereka memiliki pendapat masing-masing yang berbeda terhadap masalah yang sama. jadinya amrul adul deh dalam pengaplikasiannya. Begitulah jadinya sesuatu tyang didasari dengan rekayasa dan kebohongan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: