Dusta yang Dibungkus Ibadah

27 04 2010

Oleh : Abu Faishol

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillahi washsholatu ‘ala Rosulillahi wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in, amma ba’du ;

Dalam khazanah keilmuan kaum syiah, kita sering mendapati kalimat taqiyyah. Kalimat ini diyakini oleh kaum syiah sebagai salah satu rukun dari rukun-rukun agama. Bahkan yang lebih membuat mata kita terbelalak lagi adalah mereka menyamakan kedudukan taqiyyah ini dengan kedudukan sholat. Salah seorang ulama syiah, Al-Qummi dalam bukunya Man la yahdhuruhul faqih berkata :

لَوْ قُلْتَ أَنّ تَارِكَ التّقِيّةِ كَتَارِكِ الصّلاَةِ لَكُنْتَ صَادِقاً (من لا يحضره الفقيه 2∕80)

“Sekiranya engkau berkata bahwa orang yang meninggalkan taqiyyah adalah sama dengan orang yang meninggalkan sholat, maka engkau telah berkata benar”. ( 2/80 ).

Dan mereka beranggapan bahwa setiap orang syiah haruslah memiliki sifat ini sampai dengan datangnya Imam Mahdi.

Pertanyaanya adalah benarkah taqiyyah ini adalah sebentuk ibadah yang bersifat taqorrub ilalloh? Dan begitu besarkah nilai ibadah ini sehingga derajatnya sampai kepada derajat rukun agama?

Taqiyyah sendiri secara bahasa berarti menjadikan sesuatu sebagai penjagaan dirinya dari hal-hal yang akan mengganggunya. Dan kalimat ini telah menjadi istilah tersendiri yang mempunyai arti yang tersendiri pula. Maknanya adalah perbuatan bohong dan dusta yang boleh dilakukan untuk menjaga dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan, baik itu dari keburukan orang lain, gangguan, celaan dan fitnah yang dapat mengganggunya.

Hukum taqiyyah sendiri bagi kalangan syiah adalah wajib, baik itu untuk kalangan umum maupun untuk para imam.  Hal ini sendiri dimaksudkan untuk bisa melindung kaum syiah dari apa-apa yang bias mengganggu mereka. Salah seorang ulama mereka yaitu Al-Kulaini berkata:

إنَّ تِسْعَةَ أَعْشَارِ الدِّيْنِ التّقِيّة وَلاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ تَِقيَّةَ لَهُ( أصول الكافي 2∕217)

“sesungguhnya sembilan per sepuluh dari agama ini adalah taqiyyah, dan tidak ada agama bagi yang tidak bertaqiyyah” (Ushulul Kaafi 2/217)

Maka kita katakan : tentunya jelaslah dari pengertian yang ada dari kalimat tersebut bahwa apa yang mereka katakan dengan ibadah bahkan mereka katakana sebagai salah satu rukun dari rukun-rukun agama adalah merupakan satu kesesatan dan penyimpangan yang benar-benar jelas mengingat bahwa Rosul kita yang mulia telah melarang dengan sangat keras bentuk kebohongan dan kedustaan. Beliau bersabda :

إِيّاكُمْ وَاْلكَذِبَ فَإِنّ الْكذِبَ يَهْدِي إِلَى اْلفُجُوْرِ وَإِنّ اْلفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّار ِ(رواه أبو داود و صححه الألباني)

“Berhati-hatilah kalian dari perbuatan dusta, karena dusta akan menghantarkan seseorang kedalam perbuatan dosa, dan perbuatan dosa akan menghantar seseotang kedalam neraka” (HR.Abu Dawud dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Oleh karena itu, batillah semua klaim mereka yang menganggap taqiyyah adalah perbuatan ibadah. Dan kita -Ahlussunnah- mengatakan dengan seyakin-yakinnya bahwa taqiyyah adalah kedustaan yeng mereka bungkus atas nama ibadah. Wallohu A’lam.


Actions

Information

2 responses

3 05 2010
abdul rachman

itulah ajaran syi’ah yang dikembangkan dengan kebohongan oleh tokoh-tokohnya. kalo bohong berarti penuh dengan kepalsuan. Maka bagaimana mungkin syi’ah itu benar kalo ajarannya penuh dengan kepalsuan

13 10 2011
sulton AL

Darah tidak berhenti ketika orang masih hidup. Kebenaran pasti dicari dan tak ada yang berhak mengklaim paling benar. Kecuali ada janji Allah bersamanya.
Klaim saling menyalahkan terhadap syiah maupun ahlul sunnah. berawal dari masalah khilafah… Mari kita berbicara secara rasional, siapa yang lebih berhak dan siapa yang merampas hak ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: