Kemesraan Syi’ah dengan Islam Liberal

8 04 2012

Oleh : Budi Marta Saudin

Belum ada data valid yang membuktikan kepastian kapan awal masuk faham Syi’ah ke tanah nusantara. Tapi yang jelas, secara kultur, negeri ini memang punya kemiripan dengan daerah-daerah yang menjadikan Syi’ah sebagai keyakinan mayoritasnya. Misalnya; peringatan-peringatan hari tertentu, budaya haul, maulid, dan lain-lain. Maka pantas saja beberapa tahun yang lalu ketika sebagian penganut Syi’ah di kota Cirebon merayakan hari karbala secara terang-terangan, ketika acara sedang berlangsung, ada sekelompok kaum muslimin Sunni yang menggrudug dan menuntut acara itu segera dibubarkan, sontak kyai yang saat ini memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia membela Syi’ah habis-habisan seraya berkata: “kenapa kita melarang dan membenci Syi’ah?, padahal Syi’ah itu secara kultural sama seperti kita, organisasi kita (pent.) itu adalah Syi’ah yang kultural”. Saya sengaja tidak menyebutkan nama kyai tersebut, karena anda semua sudah mengetahuinya.

Saya tidak mengerti apa motif dibalik perakataan kyai tersebut, tapi yang jelas akhir-akhir ini orang tersebut di banyak pernyataannya seolah-olah mendukung keyakinan Syi’ah, padahal dia kuliah dari S1 sampai S3 di Saudi, bahkan tesis doktoralnya membahas tentang menyimpangnya keyakinan Syi’ah. Jika anda bertanya kepada saya mengapa orang tersebut bisa berbalik arah 180 derajat dari apa yang dia pelajari dahulu ketika kuliah? Maka sebaik-baik jawaban adalah Allahu ta’ala a’lam. Tapi dari sini bisa diambil hikmah bahwa betapa pentingnya kita selalu memohon kepada Allah agar menetapkan hati ini kepada iman dan Islam. Ya Muqollibal Quluub tsabbit Qolby ‘alaa diinik.

Syi’ah Atau Islam Liberal?

Beberapa tahun silam saya pernah hadir dalam acara diskusi yang salah satu pematerinya adalah pakar ilmu komunikasi, tokoh “cendekiawan Muslim Indonesia” asal Bandung Prof. DR. Jalaludin Rakhmat. Penyampaiannya sungguh menggugah, wajar saja, namanya juga seorang pakar ilmu komunikasi. Namun acara tersebut tidak sampai selesai karena peserta yang hadir mengamuk.

Bagi orang-orang yang belum faham, akan mudah terkecoh oleh kata-kata ketua dewan Syuro IJABI tersebut. Penyampaian yang sangat gamblang dan jelas, retorika yang memukau dan tentunya selalu membawakan dalil dari ayat Al-Quran maupun Hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam akan membuat orang awam manggut-manggut kepalanya, tanda paham, menurut dan setuju dengan idenya. Tapi kalau kita jeli dan memahami Al-Quran dan hadits dengan pemahaman yang benar sesuai kaidah-kaidahnya maka akan disimpulkan bahwa perkataan pendiri pesantren Al-Mutahhari tersebut keliru sekali, bahkan mengandung unsur kekufuran. Dia berkeyakinan bahwa orang-orang non Muslim yang melakukan amal kebaikan akan masuk surga, seperti Thomas Alva Edison, “bagaimana jika seandainya tidak ada Thomas Alva Edison?, tentunya dunia ini masih akan gelap gulita tidak berlampu”, katanya. Dia masih melanjutkan bicara: “saya berkeyakinan, bahkan andapun begitu, bahwa Thomas Alva Edison adalah salah seorang manusia keturunan Nabi Adam, yang mana jika meninggal akan terputus amalannya kecuali 3 perkara, yaitu harta sedekah, anak yang selalu mendo’akan orang tua dan ilmu yang bermanfaat. Jelas sekali bahwa penemuan lampu itu adalah ilmu yang sangat bermanfaat sekali. Haditsnya begini:

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية ولد والح علم ينتفع به

“jika anak Adam Meninggal maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara, yaitu : shodaqoh jariyah, anak sholeh yang mendoakan orang tuanya, dan ilmu y ang bermanfaat”.

Para hadirin, bapak-bapak dan ibu-ibu. Ini haditsnya shohih diriwayatkan Imam Muslim. Thomas Alva Edison anak Adam kan? Jadi saya berkeyakinan bahwa dia masuk Surga”.

Gubraaakkggsss…suara kursi dan meja di belakang, banyak yang terbalik, peserta mengamuk. Acara pun bubar.

Syi’ah dan Filsafat

Memperhatikan gonjang-ganjing pernyataan tokoh Syi’ah di Indonesia sekilas memang membingungkan. Di satu sisi sangat menonjol kesyi’ahannya, seperti caci makinya kepada para Sahabat Nabi, tapi di sisi yang lain mereka sangat condong kepada ide-ide Islam Liberal yang selalu menggaungkan wihdatul adyan, penyatuan agama, semua agama sama, semuanya masuk surga. Tetapi jika ditelisik lebih cermat memang keduanya sangat dekat bahkan terbilang mesra, kenapa?. Karena Syi’ah mengagungkan filsafat dan Islam Liberal mendahulukan akal daripada segalanya. Jadi hawa nafsulah yang menjadi ukuran standar kebenarannya. Satu lagi yang tidak bisa dipisahkan dari keduanya yaitu; Tashowwuf. Kesimpulannya adalah Syi’ah, Islam Liberal dan Tashowwuf memiliki kaitan yang sangat erat. Maka tidak heran jika ada tokoh Islam Liberal yang menjadi pembela Syi’ah dan mengagungkan Tashowwuf.

NB.

Jawaban untuk Prof. DR. Jalaludin Rakhmat tentang anggapan bahwa Thomas Alva Edison Masuk Surga meskipun Dia adalah non Muslim.

Hadits yang telah disebutkan diatas bukanlah sebuah dalil bahwa non muslim akan masuk surga, karena alasan:

1. Rosululloh berbicara tersebut dihadapan para sahabatnya yang semuanya adalah muslim.

2. Amalan orang kafir tidak akan diterima oleh Allah selagi dia belum masuk kedalam Islam (ini sudah ijma’ dan saya tidak menuliskan dalilnya karena anda yang membaca pun sudah mafhum).

3. Kalau seandainya orang kafir di masukkan kedalam surga, lantas tidak ada faedahnya sama sekali Rosululloh di utus untuk menjadi Nabi dan Rosul.

4. Tidak ada para ulama di zaman ke emasan Islam dari generasi sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in maupun setelahnya yang berpemahaman seperti Pak jalal.

5. Ini mengadopsi akidah ghulat Shufi wihdatul adyan.

Kesimpulan: Profesor ini berakidah Syi’ah, Islam Liberal, tashowwuf dan wihdatul adyan. Inilah sosok yang selalu di sanjung-sanjung dengan embel-embel cendekiawan muslim Indonesia. Setujukah anda??..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: